Lembaga & Unit
Home / Berita / Seleksi Beasiswa LPPD Jatim di...

Seleksi Beasiswa LPPD Jatim di Universitas At-Taqwa, Peserta Diuji Penguasaan Kitab Fathul Mu’in

admin
Saturday, 08 August 2026
Seleksi Beasiswa LPPD Jatim di Universitas At-Taqwa, Peserta Diuji Penguasaan Kitab Fathul Mu’in

BONDOWOSO – Kemampuan memahami khazanah keilmuan Islam menjadi salah satu perhatian dalam Seleksi Tahap II calon penerima Beasiswa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur yang digelar Pascasarjana Universitas At-Taqwa Bondowoso.

Bertempat di Room Meeting Pascasarjana Universitas At-Taqwa Bondowoso, para peserta mengikuti tahapan seleksi dengan materi yang secara khusus menguji kemampuan dalam memahami Kitab Fathul Mu’in. Pengujian ini menjadi bagian dari upaya melihat kesiapan calon mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun penguasaan terhadap literatur keislaman yang berkembang kuat di lingkungan pesantren.

Dalam prosesnya, peserta tidak hanya dituntut mampu membaca teks kitab, tetapi juga menjelaskan kandungan pembahasan dan memahami substansi fikih yang terdapat di dalamnya. Dengan demikian, proses seleksi diharapkan mampu menggambarkan tingkat kedalaman pemahaman keislaman masing-masing peserta.

Seleksi Tahap II Beasiswa LPPD Provinsi Jawa Timur di Universitas At-Taqwa Bondowoso
Suasana Seleksi Tahap II calon penerima Beasiswa LPPD Provinsi Jawa Timur di Pascasarjana Universitas At-Taqwa Bondowoso.

Uji Penguasaan Kitab Turats

Dr. KH. Abdul Haris, M.Ag. bertindak sebagai penguji. Pengalaman dan kapasitas keilmuan penguji menjadi bagian penting dalam proses pendalaman kemampuan peserta, khususnya berkaitan dengan penguasaan materi fikih dan kitab turats.

Penggunaan Kitab Fathul Mu’in sebagai materi seleksi memberikan warna tersendiri dalam proses penerimaan calon penerima beasiswa. Seleksi tidak berhenti pada pengukuran kemampuan akademik formal, tetapi juga memberikan ruang untuk menilai sejauh mana peserta memiliki fondasi keilmuan Islam yang diperoleh melalui tradisi pendidikan pesantren.

Fathul Mu’in sendiri dikenal luas sebagai salah satu kitab fikih yang dipelajari dalam tradisi pesantren. Penguasaan terhadap kitab tersebut menjadi salah satu modal penting bagi mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi Islam, terutama ketika mereka diharapkan mampu menghubungkan khazanah klasik dengan perkembangan keilmuan kontemporer.

Peserta mengikuti ujian penguasaan Kitab Fathul Mu'in
Peserta mengikuti proses seleksi dengan materi penguasaan Kitab Fathul Mu’in.

Pada titik inilah seleksi tersebut menjadi lebih dari sekadar tahapan administratif. Prosesnya mempertemukan warisan intelektual pesantren dengan sistem pendidikan tinggi, dengan harapan mampu melahirkan sumber daya manusia yang tetap memiliki akar keilmuan sekaligus terbuka terhadap perkembangan akademik.

Melibatkan Unsur Pemerintah Provinsi Jawa Timur

Seleksi Tahap II tersebut turut melibatkan unsur Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Lutfi Darwis Arifudin, S.E. hadir sebagai pemantau, sementara Ferry Hardi Prayogo, S.Kom. menjalankan tugas sebagai pendamping ujian dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pemantauan dan pendampingan terhadap jalannya proses seleksi, sehingga seluruh tahapan dapat berlangsung secara tertib dan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.

Beasiswa sebagai Amanah Pendidikan

Rektor Universitas At-Taqwa Bondowoso, Dr. Agus Fawait, M.Pd.I, menilai proses seleksi memiliki posisi penting untuk memastikan program beasiswa benar-benar diberikan kepada calon mahasiswa yang memiliki kemampuan sekaligus kesungguhan dalam mengembangkan diri.

Menurutnya, beasiswa bukan hanya fasilitas pendidikan, tetapi juga amanah yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas diri dan memberikan manfaat yang lebih besar setelah menyelesaikan pendidikan.

“Pendidikan tinggi harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, integritas, dan komitmen pengabdian. Tradisi keilmuan pesantren harus tetap menjadi kekuatan dalam proses tersebut.”

Dr. Agus Fawait, M.Pd.I
Rektor Universitas At-Taqwa Bondowoso

Ia berharap para penerima beasiswa nantinya mampu memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sebaik-baiknya serta menjadi bagian dari generasi yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pimpinan Universitas At-Taqwa Bondowoso dalam Seleksi Beasiswa LPPD Jawa Timur
Pimpinan Universitas At-Taqwa Bondowoso bersama para Peserta Seleksi Beasiswa LPPD Provinsi Jawa Timur.

Perpaduan Tradisi Pesantren dan Pendidikan Tinggi

Senada dengan hal tersebut, Direktur Pascasarjana Universitas At-Taqwa Bondowoso, Dr. H. Akhmadi, M.Pd.I, menjelaskan bahwa Seleksi Tahap II menjadi tahapan penting untuk melihat kesiapan calon mahasiswa sebelum memasuki proses pendidikan Pascasarjana.

Menurutnya, kemampuan memahami kitab turats merupakan kekuatan yang tidak boleh ditinggalkan dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam.

“Pendidikan tinggi Islam tidak boleh kehilangan akar tradisi keilmuannya. Penguasaan kitab turats menjadi salah satu kekuatan yang harus terus dirawat, sekaligus dikembangkan melalui pendekatan akademik yang lebih luas.”

Dr. H. Akhmadi, M.Pd.I
Direktur Pascasarjana Universitas At-Taqwa Bondowoso

Menurut Akhmadi, perpaduan antara tradisi keilmuan pesantren dan pendekatan akademik perguruan tinggi akan menjadi modal penting dalam membentuk lulusan yang memiliki kedalaman pemahaman sekaligus keluasan wawasan.

Memperluas Akses Pendidikan bagi Kader Pesantren

Program Beasiswa LPPD Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu ruang strategis dalam memperluas kesempatan kader-kader pesantren untuk memperoleh pendidikan tinggi. Melalui program tersebut, peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren diharapkan dapat terus berkembang.

Pascasarjana Universitas At-Taqwa Bondowoso melihat pendidikan sebagai proses yang tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter, integritas, dan kepedulian sosial.

Karena itu, penguasaan kitab, kemampuan akademik, serta semangat pengabdian ditempatkan sebagai kekuatan yang saling melengkapi.

Dari ruang seleksi tersebut, diharapkan lahir calon-calon akademisi, pendidik, penggerak pesantren, dan pemimpin masyarakat yang mampu membawa nilai-nilai keilmuan Islam ke dalam ruang pengabdian yang lebih luas.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah beasiswa bukan hanya diukur dari siapa yang berhasil menerimanya, tetapi dari seberapa besar manfaat yang lahir setelah ilmu itu diperoleh.

Universitas At-Taqwa Bondowoso
Pascasarjana • Beasiswa LPPD Provinsi Jawa Timur